Kenali Red Flag dalam Pertemanan yang Sering Diabaikan

 


Pertemanan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan, terutama bagi perempuan yang sering menjadikan sahabat sebagai tempat berbagi cerita, mencari dukungan, hingga melepas penat. Namun, tidak semua pertemanan sehat dan memberikan energi positif. Seringkali, karena terlalu nyaman atau tidak enak hati, banyak perempuan justru mengabaikan tanda-tanda bahaya atau red flag dalam sebuah hubungan pertemanan. 

Mengabaikan red flag bisa membuat seseorang terjebak dalam hubungan yang toxic, dimana energi terkuras, rasa percaya diri menurun, hingga kesehatan mental terganggu. Mengenali tanda-tanda red flag dalam pertemanan sangat penting bagi kesejahteraan diri sendiri.

Dengan menyadarinya, kita dapat memiliki lingkungan sosial yang suportif. Berikut ini  tanda-tanda red flag yang harus segera disadari. Yuk, simak !

Selalu Merasa Bersaing

Teman yang sehat akan mendukung pencapaian temannya, bukan merasa iri atau ingin menjatuhkan. Jika cerita keberhasilan ditanggapi dengan sinis atau dibanding-bandingkan, itu adalah tanda hubungan pertemanan tidak lagi sehat. Teman yang toxic tidak gembira akan pencapaian temannya serta sulit untuk memuji.

Hanya Hadir Saat Butuh Bantuan

Teman sejati seharusnya akan ada di kala suka maupun duka. Jika teman hanya menghubungi ketika membutuhkan bantuan dan menghilang ketika temannya dalam kondisi serupa, itu pertanda red flag. Mereka umumnya menghilang di saat-saat sulit temannya, tetapi mengharapkan sang teman untuk meninggalkan segalanya saat mereka sedang krisis.


Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri

Pertemanan yang suportif dan sehat adalah persahabatan dimana seseorang merasa bebas menjadi diri sendiri. Jika mendapati diri mulai menutup diri dan tidak menjadi diri sendiri di dekat teman tertentu, penting untuk mengetahui apa penyebabnya. Jika karena takut tertolak atau mendapat reaksi negatif, tandanya tidak merasa aman secara emosional dan pertemanan tersebut mungkin tidak cocok

Penghinaan Secara Halus dan Tersirat

Jika perkataan mereka seringkali merugikan, entah itu melalui lelucon, pujian tidak langsung, hingga pertanyaan yang membuat seseorang bertanya-tanya, mungkin ini pertanda pertemanan mulai toxic. Perkataan yang merendahkan dari teman akan menumpuk di batin dan membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri. 

Pertemanan seharusnya menjadi ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh, bukan sebaliknya. Jika menemukan beberapa tanda di atas dalam hubungan pertemanan, jangan ragu untuk menjaga jarak. Memiliki sedikit teman yang sehat jauh lebih baik daripada mempertahankan banyak teman yang merugikan kesehatan mental.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan Kekurangan Memiliki Rumah Dominasi Kaca bagi Keluarga

Manfaat Mengunyah Permen Karet yang Jarang Diketahui

Ide Aktivitas Seru dan Bermakna untuk Merayakan Hari Ayah