Rahasia Orang Jepang untuk Menata Lemari Pakaian agar Rapi
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Sebagian orang memiliki ruangan yang terbatas di lemari pakaian. Terlebih lagi bagi orang yang memiliki banyak kaos, celana, rok, tas, dan banyak aksesoris. Akan jadi masalah apabila pakaian tidak tersusun rapi dan bahkan terbongkar hingga keluar lemari.
Orang Jepang percaya bahwa lemari pakaian yang berantakan juga akan membuat hidup kacau. Walaupun pernyataan tersebut tidak familiar di telinga kita dan terkesan berlebihan, tetapi filosofi ini ada benarnya. Menata lemari pakaian dengan rapi akan memudahkan kita saat ingin mengambil pakaian. Kita tidak perlu untuk membongkar semua pakaian sampai terlambat datang ke kantor.
Dengan berbagai alasan, terdapat beberapa kebiasaan yang menjadi rahasia orang Jepang mengenai cara menata lemari dengan mudah agar mudah dicari. Selain itu, kita dapat menyortir pakaian yang tidak diinginkan dari lemari pakaian tanpa usaha yang besar. Berikut adalah rahasia menata lemari ala orang Jepang.
Sortir Pakaian Sebelum Dimasukkan ke Lemari
Cara paling dasar untuk merapikan lemari pakaian yang berantakan adalah menyortirnya. Alasan umum lemari pakaian berantakan adalah pakaian yang ditumpuk menjadi satu tanpa memperhatikan lipatannya atau susunannya. Oleh karena itu, kita harus memulainya dari membongkar semua pakaian dari lemari dan melipat ulang. Setelah baju dilipat, sortir berdasarkan kategorinya.
Baju dipisahkan berdasarkan kategori baju atasan, bawahan, kaos kaki, pakaian dalam, tas, dan aksesoris tambahan, seperti ikat pinggang, sarung tangan, topi, dan sebagainya. Setelah pakaian disusun, pisahkan pakaian yang sering digunakan dan yang jarang dipakai. Baju yang jarang dipakai atau sudah tidak mau digunakan dapat disisihkan dan diberikan kepada orang lain. Setelah ini, lemari bajumu akan rapi.
Susun Pakaian dengan Gantungan Baju Berdasarkan Tipenya
Apabila semua pakaian dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari, kamu perlu mencoba tips yang satu ini. Orang Jepang menggantung pakaian di gantungan baju yang kuat berdasarkan ukurannya. Dengan begitu, kita dapat menghemat tempat di lemari baju dan menghindari debu yang menempel di pakaian.
Lipat Baju dan Simpan di Kotak Pakaian
Terlalu banyak pakaian yang dilipat atau digantung membutuhkan banyak tempat di lemari. Kita dapat menggunakan trik menyimpan pakaian ala orang Jepang yang satu ini. Teknik ini dilakukan dengan melipat pakaian, kemudian digulung dengan rapi. Setelah itu, masukkan gulungan baju ke kotak pakaian. Teknik ini dapat memperluas ruang di lemari pakaian.
Pisahkan Pakaian berdasarkan Warna
Apabila pakaianmu tidak terlalu banyak dan terlihat berantakan karena warnanya tercampur, kamu bisa mencoba trik yang satu ini. Gunakan teknik sederhana, yaitu menyusun pakaian berdasarkan warnanya. Dengan menyusun pakaian berdasarkan kategori warna, kita dapat menghemat waktu untuk mencari pakaian dengan warna tertentu.
Setelah mengetahui trik ini, jangan lupa untuk dicoba pada lemari pakaianmu. Perhatikan juga ukuran dan desain lemari agar dapat menyesuaikan teknik yang digunakan. Penting untuk memperhatikan kerapian lemari agar menghemat waktu dan tenaga dalam mencari pakaian.
Rumah dengan desain dominasi kaca semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan tampilannya yang modern, elegan, dan estetik, rumah ini sering menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menghadirkan suasana terang dan terhubung dengan alam. Kaca sebagai elemen utama dalam konstruksi rumah memberikan banyak manfaat, mulai dari pencahayaan alami hingga tampilan minimalis yang unik. Namun, di balik daya tariknya, rumah berbahan kaca juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membangun atau membelinya. Ulasan berikut ini akan membahas secara mendalam kelebihan dan kekurangan memiliki rumah dominasi kaca bagi keluarga, sehingga kamu bisa menilai apakah konsep ini cocok untuk kebutuhan dan gaya hidup keluarga mu nanti. Kelebihan : Mendapatkan Sinar Matahari dengan Optimal Salah satu keuntungan utama rumah dengan banyak kaca adalah kemampuan untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Rumah kaca memungkinkan sinar matahari masuk ke...
Hobi mengunyah permen karet ternyata bukan sekadar kebiasaan ringan untuk mengisi waktu luang. Banyak orang menjadikannya sebagai rutinitas kecil saat merasa bosan, menunggu, atau sekadar butuh sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini menyimpan banyak cerita menarik di baliknya. Ada yang mengunyahnya sebelum presentasi penting agar lebih rileks, ada pula yang menjadikannya penyemangat saat perjalanan panjang. Bahkan, di beberapa budaya, permen karet dianggap simbol gaya hidup modern yang praktis dan menyenangkan. Menariknya, mengunyah permen karet juga memiliki sisi psikologis tersendiri. Ritme mengunyah yang berulang-ulang bisa memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang. Selain itu, permen karet sudah menjadi bagian dari keseharian yang mudah diakses oleh siapa saja. Untuk itu, berikut manfaat mengunyah permen karet yang jarang orang ketahui. 1. Melatih Otot Wajah Mengunyah permen karet bu...
Sosok ayah dengan berbagai usaha membersamai keluarga jarang sekali menjadi perbincangan. Dibandingkan dengan Hari Ibu yang sering dirayakan, Hari ayah bagi sebagian orang mungkin terasa kurang mendapat perhatian. Padahal, disinilah peran seorang ayah dapat lebih dikenal. Cara Ayah mengekspresikan rasa sayangnya mungkin memang berbeda. Dengan stereotip sosok ayah yang dianggap kurang ekspresif juga bisa membuat momen untuk merayakan kasih sayang pada ayah seringkali terlewatkan. Setiap tanggal 12 November, kita memperingati Hari Ayah Nasional . Ini adalah momen yang tepat untuk kita lebih dekat dengan ayah. Seperti pengungkapan rasa terima kasih, dan membangun hubungan yang lebih erat. Untuk membuat Hari ayah lebih berkesan, yuk kita eksplorasi berbagai ide aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama ayah! Aktivitas di Hari Ayah 1. Sarapan Spesial untuk Ayah Salah satu cara sederhana untuk menghadirkan kehangatan memulai hari Ayah adalah dengan membuatkan sarapan...
Komentar
Posting Komentar