Kenali Perbedaan Self-Love dan Self-Sabotage agar Tidak Salah Langkah
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Pada masa sekarang, banyak orang yang sudah akrab dengan istilah self-love. Kata ini sering muncul di percakapan sehari-hari atau konten media sosial. Banyak yang melihat self-love sebagai kesempatan untuk memanjakan diri, memberi penghargaan, atau bebas melakukan apa pun yang kita mau.Tapi hati-hati, kadang tanpa sadar kita justru terjebak dalam self-sabotage dengan alasan self-love.
Self-love adalah ketika kita menerima kelebihan dan kekurangan diri, dengan tetap berusaha untuk berkembang tanpa tekanan berlebihan. Self-love bisa berupa meluangkan waktu untuk beristirahat yang cukup atau membatasi diri untuk melakukan sesuatu yang merugikan. Sebaliknya, self-sabotageadalah ketika kita membatasi diri, menunda pekerjaan, mengkritik diri sendiri secara berlebihan, atau bahkan menolak kesempatan karena merasa tidak cukup baik.
Kedua hal ini memang mirip, tetapi perlu kita sadari perbedaannya agar tidak salah langkah. Mencintai diri sendiri tidak menjadi alasan untuk tidak mendorong diri agar lebih berkembang. Supaya hidup kita lebih tenang dan sehat, yuk kita kenali perbedaannya!
1. Merawat Diri vs Menghindar dari Tanggung Jawab
Self-love pada dasarnya adalah bentuk perawatan diri yang dilakukan secara sengaja untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Contoh sederhana dari bentuk perawatan ini adalah kita memilih untuk tidur lebih cepat agar tubuh kita segar keesokan harinya.
Sementara itu, self-sabotage sering kali muncul sebagai alasan untuk lari dari tanggung jawab. Contoh dari self-sabotage ini adalah menunda tugas penting karena alasan “healing” dan “self-love”. Akibatnya adalah kita menumpuk beban pekerjaan dan membuat tekanan lebih besar.
2. Perasaan yang Ditimbulkan
Kalau kita benar-benar melakukan tindakan dari self-love, perasaan yang akan muncul ialah lega, damai, dan siap melanjutkan aktivitas setelahnya. Misalnya, setelah melakukan olahraga ringan, perasaan kita membaik dan energi terisi kembali. Berbeda dengan self-sabotage yang sering kali memunculkan perasaan menyesal. Saat memilih untuk rebahan seharian dengan alasan self-love, awalnya kita akan merasa tenang, tapi di ujung hari kita justru merasa bersalah karena pekerjaan menumpuk.
3. Hubungan dengan Diri Sendiri
Self-love mengajarkan kita untuk menghargai diri sendiri dengan mengakui kebutuhan, menghormati batas diri, dan memberikan apresiasi. Hal ini akan membangkitkan kepercayaan diri dan citra diri yang lebih sehat. Sebaliknya, self-sabotage secara halus justru meremehkan diri sendiri. Self-sabotage ditandai dengan mengkritik diri sendiri secara berlebihan dan merendahkan diri. Dengan membiarkan pola yang merugikan berulang, kita sebenarnya mengabaikan potensi terbaik yang kita miliki.
4. Pola Kebiasaan
Self-love hadir dalam bentuk kebiasaan kecil yang konsisten, seperti olahraga teratur, tidur cukup, atau menulis jurnal. Sementara self-sabotage biasanya muncul secara impulsif, yaitu keputusan spontan yang menyenangkan sesaat tetapi merugikan setelahnya. Contoh dari tindakan impulsif ini adalah makan berlebihan atau belanja hal yang tidak dibutuhkan karena stres.
5. Efek dalam Kehidupan Sosial
Praktek self-love dapat memperkuat relasi kita dengan orang lain menjadi lebih sehat karena kita belajar mengenali batasan dan menghargai diri sendiri. Sebaliknya, self-sabotage justru membuat kita menarik diri dari lingkungan sosial atau bahkan merusak hubungan, misalnya dengan menghindari pertemuan, overthinking, atau komplain berlebihan.
Self-love dan self-sabotage memang sekilas mirip, tetapi bedanya sangat terasa apabila kita sadar akan pola kebiasaan kita. Self-love akan membawa ketenangan dan pertumbuhan, sedangkan self-sabotage membuat kita stuckdan menimbulkan penyesalan. Perhatikan bagaimana kita berbicara pada diri sendiri dan menyadari kebiasaan yang merugikan. Dengan begitu, kita bisa mengevaluasi kembali apakah kita benar-benar mencintai diri atau malah merusaknya tanpa sadar.
Rumah dengan desain dominasi kaca semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan tampilannya yang modern, elegan, dan estetik, rumah ini sering menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menghadirkan suasana terang dan terhubung dengan alam. Kaca sebagai elemen utama dalam konstruksi rumah memberikan banyak manfaat, mulai dari pencahayaan alami hingga tampilan minimalis yang unik. Namun, di balik daya tariknya, rumah berbahan kaca juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membangun atau membelinya. Ulasan berikut ini akan membahas secara mendalam kelebihan dan kekurangan memiliki rumah dominasi kaca bagi keluarga, sehingga kamu bisa menilai apakah konsep ini cocok untuk kebutuhan dan gaya hidup keluarga mu nanti. Kelebihan : Mendapatkan Sinar Matahari dengan Optimal Salah satu keuntungan utama rumah dengan banyak kaca adalah kemampuan untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Rumah kaca memungkinkan sinar matahari masuk ke...
Hobi mengunyah permen karet ternyata bukan sekadar kebiasaan ringan untuk mengisi waktu luang. Banyak orang menjadikannya sebagai rutinitas kecil saat merasa bosan, menunggu, atau sekadar butuh sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini menyimpan banyak cerita menarik di baliknya. Ada yang mengunyahnya sebelum presentasi penting agar lebih rileks, ada pula yang menjadikannya penyemangat saat perjalanan panjang. Bahkan, di beberapa budaya, permen karet dianggap simbol gaya hidup modern yang praktis dan menyenangkan. Menariknya, mengunyah permen karet juga memiliki sisi psikologis tersendiri. Ritme mengunyah yang berulang-ulang bisa memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang. Selain itu, permen karet sudah menjadi bagian dari keseharian yang mudah diakses oleh siapa saja. Untuk itu, berikut manfaat mengunyah permen karet yang jarang orang ketahui. 1. Melatih Otot Wajah Mengunyah permen karet bu...
Sosok ayah dengan berbagai usaha membersamai keluarga jarang sekali menjadi perbincangan. Dibandingkan dengan Hari Ibu yang sering dirayakan, Hari ayah bagi sebagian orang mungkin terasa kurang mendapat perhatian. Padahal, disinilah peran seorang ayah dapat lebih dikenal. Cara Ayah mengekspresikan rasa sayangnya mungkin memang berbeda. Dengan stereotip sosok ayah yang dianggap kurang ekspresif juga bisa membuat momen untuk merayakan kasih sayang pada ayah seringkali terlewatkan. Setiap tanggal 12 November, kita memperingati Hari Ayah Nasional . Ini adalah momen yang tepat untuk kita lebih dekat dengan ayah. Seperti pengungkapan rasa terima kasih, dan membangun hubungan yang lebih erat. Untuk membuat Hari ayah lebih berkesan, yuk kita eksplorasi berbagai ide aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama ayah! Aktivitas di Hari Ayah 1. Sarapan Spesial untuk Ayah Salah satu cara sederhana untuk menghadirkan kehangatan memulai hari Ayah adalah dengan membuatkan sarapan...
Komentar
Posting Komentar