Benarkah Generasi Z Lebih Mudah Khawatir akan Masa Depan? Apa Alasannya?
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Generasi Z yang lahir pada pertengahan 1990-an hingga 2010-an, lahir dan tumbuh di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Akses informasi yang luas akan segala aspek kehidupan membuat generasi Z memiliki tingkat kecerdasan dan kreativitas yang tinggi. Namun, di balik kelebihan ini, generasi Z mengalami tantangan dan tekanan yang besar, khususnya terhadap masa depan.
Paparan informasi yang luas dan tanpa henti membuat generasi Z juga dapat mengakses hal-hal yang membuat mereka cemas. Apalagi, media sosial menimbulkan banyak tuntutan dalam hidup, seperti persaingan kerja, standar kesuksesan, kondisi ekonomi, dan masih banyak lagi. Hal-hal itulah yang membuat banyak dari mereka mempertanyakan, apakah mereka siap untuk menghadapi kehidupan dewasa di masa depan?
Lantas, apa sebenarnya alasan generasi Z mudah khawatir akan masa depan?
Tekanan Sosial dari Media Sosial
Generasi Z adalah pengguna aktif media sosial. Rasanya kurang jika suatu pencapaian atau keberhasilan tidak dibanggakan di media sosial. Jika gen-Z tidak mengelolanya dengan bijak, media sosial ini dapat menjadi boomerang tersendiri. Secara langsung maupun tidak langsung, media sosial akan membuat individu terus menerus membandingkan diri dengan orang lain dan tidak pernah merasa puas. Hal-hal yang terlihat dari media sosial, kemudian diadopsi oleh individu sebagai standar kesuksesan tertentu. “Kok bisa ya orang lain di umur semuda ini sudah menghasilkan uang sebanyak itu?” “Pengen sesukses dia deh saat nanti dewasa”. Pemikiran-pemikiran ini mendoktrin otak individu bahwa jika tidak berhasil mencapai apa yang orang lain capai, artinya individu gagal atau tidak cukup baik.
Tekanan dari Keluarga dan Orang Terdekat
Tidak hanya tekanan dari apa yang dilihat di media sosial, tekanan dari orang-orang terdekat juga berperan besar dalam membentuk kecemasan gen-Z. Terkadang bentuk tekanan ini tidak secara langsung disampaikan, hanya melalui perkataan tersirat, namun ternyata hal ini juga menimbulkan kecemasan tersendiri, seperti “belajar yang pintar supaya sukses” atau “anak teman mama sudah punya usaha sendiri lho”. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut karena niatnya yang baik, sehingga generasi muda perlu mencernanya dengan bijak, agar tidak menjadi alasan untuk takut akan masa depan.
Ketidakpastian Kondisi & Ekonomi
Semakin dewasa, generasi Z disadarkan dengan biaya hidup yang semakin tinggi. Belum lagi persaingan yang ketat dalam mencari pekerjaan, padahal lapangan pekerjaannya sendiri sudah sangat kecil. Tidak berhenti hanya pada persaingan antar orang, persaingan dengan teknologi pun ada. AI yang semakin canggih mulai menggantikan tenaga kerja dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini mengakibatkan gen-Z mudah “overthinking”, apakah bisa menanggung biaya hidup sendiri nantinya? Atau apakah pekerjaan yang nanti dilakukan bisa sesuai dengan minat? Ketidakpastian dari lingkungan eksternal inilah yang juga berperan dalam ketakutan gen-Z.
Rasa takut adalah hal yang wajar, tapi perlu diingat bahwa hidup adalah perjalanan panjang untuk mencari tahu dan belajar. Gen-Z memiliki banyak potensi dengan kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang mereka miliki, bisa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan cara mereka sendiri. Jadi, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan ya!
Rumah dengan desain dominasi kaca semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan tampilannya yang modern, elegan, dan estetik, rumah ini sering menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menghadirkan suasana terang dan terhubung dengan alam. Kaca sebagai elemen utama dalam konstruksi rumah memberikan banyak manfaat, mulai dari pencahayaan alami hingga tampilan minimalis yang unik. Namun, di balik daya tariknya, rumah berbahan kaca juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membangun atau membelinya. Ulasan berikut ini akan membahas secara mendalam kelebihan dan kekurangan memiliki rumah dominasi kaca bagi keluarga, sehingga kamu bisa menilai apakah konsep ini cocok untuk kebutuhan dan gaya hidup keluarga mu nanti. Kelebihan : Mendapatkan Sinar Matahari dengan Optimal Salah satu keuntungan utama rumah dengan banyak kaca adalah kemampuan untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Rumah kaca memungkinkan sinar matahari masuk ke...
Hobi mengunyah permen karet ternyata bukan sekadar kebiasaan ringan untuk mengisi waktu luang. Banyak orang menjadikannya sebagai rutinitas kecil saat merasa bosan, menunggu, atau sekadar butuh sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini menyimpan banyak cerita menarik di baliknya. Ada yang mengunyahnya sebelum presentasi penting agar lebih rileks, ada pula yang menjadikannya penyemangat saat perjalanan panjang. Bahkan, di beberapa budaya, permen karet dianggap simbol gaya hidup modern yang praktis dan menyenangkan. Menariknya, mengunyah permen karet juga memiliki sisi psikologis tersendiri. Ritme mengunyah yang berulang-ulang bisa memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang. Selain itu, permen karet sudah menjadi bagian dari keseharian yang mudah diakses oleh siapa saja. Untuk itu, berikut manfaat mengunyah permen karet yang jarang orang ketahui. 1. Melatih Otot Wajah Mengunyah permen karet bu...
Sosok ayah dengan berbagai usaha membersamai keluarga jarang sekali menjadi perbincangan. Dibandingkan dengan Hari Ibu yang sering dirayakan, Hari ayah bagi sebagian orang mungkin terasa kurang mendapat perhatian. Padahal, disinilah peran seorang ayah dapat lebih dikenal. Cara Ayah mengekspresikan rasa sayangnya mungkin memang berbeda. Dengan stereotip sosok ayah yang dianggap kurang ekspresif juga bisa membuat momen untuk merayakan kasih sayang pada ayah seringkali terlewatkan. Setiap tanggal 12 November, kita memperingati Hari Ayah Nasional . Ini adalah momen yang tepat untuk kita lebih dekat dengan ayah. Seperti pengungkapan rasa terima kasih, dan membangun hubungan yang lebih erat. Untuk membuat Hari ayah lebih berkesan, yuk kita eksplorasi berbagai ide aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama ayah! Aktivitas di Hari Ayah 1. Sarapan Spesial untuk Ayah Salah satu cara sederhana untuk menghadirkan kehangatan memulai hari Ayah adalah dengan membuatkan sarapan...
Komentar
Posting Komentar