Memahami Fenomena Gen Z Merasa Tua, Gen Milenial Merasa Muda Terus

 


Di unggahan sosial media seringkali Gen Z mengeluhkan kenapa ia menjadi tua lebih cepat. Ternyata, fenomena psikologis ini bukan tanpa sebab. Di era serba cepat dan serba digital, fenomena psikologis yang cukup unik muncul di tengah perbincangan lintas generasi: Gen Z justru merasa lebih tua, sementara Gen Milenial justru merasa terus muda. 

Meski terdengar ironis, kondisi ini erat kaitannya dengan gaya hidup, perkembangan teknologi, dan pergeseran cara pandang tentang “kedewasaan”. Terutama gaya hidup membuat hal ini, karena hidup di era serba update, Gen Z takut terlihat ‘anak kecill’. Mereka berusaha tampil lebih mature agar dianggap keren dan setara di media sosial. Dan ini berkebalikan dengan gen milenial.

Seperti yang dikutip dari sinardaliy.my dalam artikel “The age paradox of Gen Z” (2025) menyatakan bahwa Gen Z mengalami “digital duality” hidup dalam dunia profesional dewasa sekaligus budaya remaja digital yang membuat mereka merasa lebih memiliki mental dan emosional tua dibandingkan generasi sebelumnya.

Alasan Gen Z Merasa Lebih Tua dari Umur Sebenarnya

Bagi Gen Z yang sebenarnya adalah generasi termuda di dunia kerja saat ini, tekanan untuk selalu relevan membuat mereka sering merasa “menua” sebelum waktunya. Hidup di era teknologi yang berkembang sangat cepat, Gen Z dituntut untuk selalu update. Fashion yang cepat berganti, tren digital yang berumur pendek, hingga bahasa gaul yang silih berganti membuat mereka merasa cepat tertinggal bila tak ikut arus. 

Perasaan “kalau ketinggalan berarti tua” jadi hal yang nyata dirasakan sebagian Gen Z. Ditambah lagi, kehadiran Gen Alpha, generasi setelah mereka yang tumbuh lebih melek digital dan terbiasa dengan kecanggihan AI sejak kecil, membuat Gen Z sadar bahwa mereka bukan lagi “adik terkecil” dalam rantai generasi.

Tak hanya itu sejak remaja, Gen Z sudah terbiasa juggling: sekolah online, side hustle, bikin konten, bangun personal branding di media sosial, sampai belajar skill baru demi tetap relevan. Gaya hidup multitasking inilah yang membuat mereka merasa cepat “matang” padahal kadang belum siap mental.

Gen Milenial yang Selalu Merasa Muda

Sementara di sisi lain, Generasi Milenial (Gen Y) justru punya kecenderungan untuk merasa awet muda. Banyak di antara mereka menunda tonggak hidup tradisional seperti menikah, punya anak, atau membeli rumah. Hal ini menjadikan makna “dewasa” bagi Milenial berbeda dari generasi sebelumnya. 

Gaya hidup mereka pun mendukung hal itu masih gemar traveling, mengoleksi mainan, nongkrong di kafe kekinian, hingga aktif di media sosial layaknya Gen Z. Lihat saja beberapa figur publik dari generasi Milenial: Raisa, Tatjana Saphira, hingga Dian Sastro mereka kerap tampil segar dan stylish, jauh dari kesan “tua”.

Tak hanya itu, Milenial selalu berusaha untuk relevan dengan hal-hal kekinia. Tak jarang mereka mengusahakan untuk memahami tren lewat sosial media. Milenial masih aktif di media sosial, main TikTok, nonton drama Korea, atau bikin konten lucu. Semua ini bikin mereka merasa punya “jiwa muda” meski usia kepala tiga ke atas.

Selain itu, bagi Milenial jadi dewasa tidak selalu identik dengan gaya hidup mapan. Mereka tetap nyaman traveling, jajan kopi mahal, nongkrong, atau sekadar nonton konser layaknya Gen Z.

Fenomena Tren Gen Z Lebih Tua dibanding Milenial di Sosial Media

Fenomena ini juga makin ramai dibicarakan di media sosial. Meme seperti saat Gen Z berumur 15 tahun dengan Gen Milenial di umur yang sama, bertebaran di sosial media. Banyak orang dewasa dalam hal ini milenial  terkejut melihat anak-anak Gen Z, bahkan pra-remaja, tampil dengan gaya make up penuh, fashion dewasa, serta perawatan yang dulu hanya lumrah di usia matang mulai dari eyelash extension, hair extension, nail art hingga treatment kecantikan lainnya.

Tren ini memunculkan bias perbandingan, di mana Gen Z sering dibandingkan secara mental maupun fisik dengan generasi sebelumnya, padahal mereka hidup di konteks budaya yang berbeda.

Fenomena ini jadi pengingat bahwa cara setiap generasi memaknai usia dan kedewasaan memang terus berubah. Bagi Gen Z, rasa “cepat tua” bukan soal angka di KTP, melainkan kecepatan dunia di sekitar mereka. Sementara bagi Milenial, “muda” tak lagi sekadar usia, melainkan bagaimana mereka memilih cara hidup dan berpikir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan Kekurangan Memiliki Rumah Dominasi Kaca bagi Keluarga

Manfaat Mengunyah Permen Karet yang Jarang Diketahui

Ide Aktivitas Seru dan Bermakna untuk Merayakan Hari Ayah