Mitos atau Fakta, Stres Dapat Mengurangi Kecerdasan Seseorang?
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Stres adalah hal yang telah dialami oleh setiap orang. Dengan berbagai macam bentuk stres, setiap orang pasti pernah melaluinya. Baik itu stres yang bersifat positif dan memotivasi, seperti ketika kita akan menghadapi sesuatu yang memacu adrenalin, ujian sekolah, first date, atau mencoba beradaptasi dengan sesuatu yang baru.
Bahkan, stres juga bisa saja membantu melindungi kita dari situasi berbahaya, sederhananya seperti menghindar dari kejadian yang tidak diinginkan, seperti rem untuk menghindari kecelakaan. Berbagai kesulitan bisa menjadi pemicu umum stres.
Pada dasarnya, stres memang memiliki kesinambungan yang besar dengan segala sesuatu yang kita lakukan atau alami di kehidupan. Sampai saat ini, beberapa orang masih menjadikan perdebatan apakah mitos atau fakta bahwa stres yang terlalu banyak atau kronis juga dapat mengurangi kecerdasan seseorang? Seperti apakah stres mempengaruhi kita?
Mengenal Stres dan Dampaknya
Melansir dari, nuvancehealth.org, stres adalah respons tubuh terhadap tantangan atau tuntutan. Seperti mekanisme bertahan hidup biologis kita. Contohnya, ancaman dari suatu bahaya di sekeliling kita yang bisa memicu respons fight-or-flight untuk melindungi diri. Ketika kita mengalami stres, otak melepaskan hormon adrenalin dan kortisol untuk memberikan kita perasaan waspada.
Sebagaimana penyakit yang mungkin kita atau orang di sekitar kita merasakannya, stres sama seperti penyakit yang berdampak kepada fisik, bahkan gangguan kesehatan mental yang dapat dialami siapa pun, lepas dari tingkat kecerdasan, kelas sosial, atau pendapatan.
Paparan hormon stres yang berkepanjangan bisa saja menyebabkan peradangan dan disfungsi pada otak yang kemudian memengaruhi suasana hati dan bahkan memori. Namun, bagaimanakah stres memperngaruhi kecerdasan seseorang? Apakah itu sebuah mitos atau fakta?
Mitos atau Fakta Stres Mengurangi Kecerdasan
Sampai saat ini mungkin masih banyak yang mempertanyakan apakah stres dapat mengurangi secerdasan seseorang? Jawabannya adalah mitos. Stres memang memiliki berbagai pengaruh ke apapun yang kita punya. Namun, tidak secara otomatis langsung menyebabkan penurunan kecerdasan setiap orang.
Menurut dr. Vita Rahayu, adanya tekanan dalam hidup yang kita alami sehari-hari memang sesuatu yang wajar, namun bersamaan dengan ini perlu disikapi dengan pemikiran yang positif dan sikap yang bijak. Stres tidak secara langsung menyebabkan gangguan pada kecerdasan, seperti langsung mengurangi kecerdasan seseorang. Namun, stres mengganggu proses belajar yang kemudian bisa mengakibatkan terganggunya hal-hal yang sedang dilalui, secara tidak langsung memiliki pengaruh ketenangan kecerdasan.
Meskipun dimulai dari stres yang ringan, jika stres itu berkepanjangan lama kelamaan juga bahkan bisa berpotensi untuk menyebabkan gangguan psikologis seseorang. Menyusulnya beragam keluhan, gangguan mood, gangguan tidur, gangguan makan, ketegangan otot, dan bahkan gangguan seperti peningkatan detak jantung, serta pernapasan yang lebih cepat.
Itulah mengapa stres perlu ditangani meski dari hal-hal sederhana, untuk menghindari dampak ringan yang terus berkelanjutan.
Rumah dengan desain dominasi kaca semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan tampilannya yang modern, elegan, dan estetik, rumah ini sering menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menghadirkan suasana terang dan terhubung dengan alam. Kaca sebagai elemen utama dalam konstruksi rumah memberikan banyak manfaat, mulai dari pencahayaan alami hingga tampilan minimalis yang unik. Namun, di balik daya tariknya, rumah berbahan kaca juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membangun atau membelinya. Ulasan berikut ini akan membahas secara mendalam kelebihan dan kekurangan memiliki rumah dominasi kaca bagi keluarga, sehingga kamu bisa menilai apakah konsep ini cocok untuk kebutuhan dan gaya hidup keluarga mu nanti. Kelebihan : Mendapatkan Sinar Matahari dengan Optimal Salah satu keuntungan utama rumah dengan banyak kaca adalah kemampuan untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Rumah kaca memungkinkan sinar matahari masuk ke...
Hobi mengunyah permen karet ternyata bukan sekadar kebiasaan ringan untuk mengisi waktu luang. Banyak orang menjadikannya sebagai rutinitas kecil saat merasa bosan, menunggu, atau sekadar butuh sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini menyimpan banyak cerita menarik di baliknya. Ada yang mengunyahnya sebelum presentasi penting agar lebih rileks, ada pula yang menjadikannya penyemangat saat perjalanan panjang. Bahkan, di beberapa budaya, permen karet dianggap simbol gaya hidup modern yang praktis dan menyenangkan. Menariknya, mengunyah permen karet juga memiliki sisi psikologis tersendiri. Ritme mengunyah yang berulang-ulang bisa memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang. Selain itu, permen karet sudah menjadi bagian dari keseharian yang mudah diakses oleh siapa saja. Untuk itu, berikut manfaat mengunyah permen karet yang jarang orang ketahui. 1. Melatih Otot Wajah Mengunyah permen karet bu...
Sosok ayah dengan berbagai usaha membersamai keluarga jarang sekali menjadi perbincangan. Dibandingkan dengan Hari Ibu yang sering dirayakan, Hari ayah bagi sebagian orang mungkin terasa kurang mendapat perhatian. Padahal, disinilah peran seorang ayah dapat lebih dikenal. Cara Ayah mengekspresikan rasa sayangnya mungkin memang berbeda. Dengan stereotip sosok ayah yang dianggap kurang ekspresif juga bisa membuat momen untuk merayakan kasih sayang pada ayah seringkali terlewatkan. Setiap tanggal 12 November, kita memperingati Hari Ayah Nasional . Ini adalah momen yang tepat untuk kita lebih dekat dengan ayah. Seperti pengungkapan rasa terima kasih, dan membangun hubungan yang lebih erat. Untuk membuat Hari ayah lebih berkesan, yuk kita eksplorasi berbagai ide aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama ayah! Aktivitas di Hari Ayah 1. Sarapan Spesial untuk Ayah Salah satu cara sederhana untuk menghadirkan kehangatan memulai hari Ayah adalah dengan membuatkan sarapan...
Komentar
Posting Komentar