Dapur merupakan salah satu area di dalam rumah yang paling sering digunakan untuk beraktivitas. Mulai dari mengolah dan menyiapkan sajian untuk keluarga atau sekadar membuat kopi di pagi hari, bisa dibilang dapur adalah 'jantung' sebuah rumah.
Namun, terkadang sebagian dari kamu kurang memperhatikan kondisi dapur yang ada. Tumpukan barang seperti stok bahan makanan, peralatan masak, atau mungkin wadah makanan plastik sering banget disimpan dengan asumsi akan digunakan suatu saat nanti. Namun, dapur berantakan nggak hanya bikin kurang nyaman. Hal ini juga bisa mempengaruhi kesehatan dapur secara menyeluruh, lho!
Dapur yang lebih tertata jelas memudahkan kamu saat melakukan aktivitas di dalamnya, misalnya ketika mencari barang, memasak, hingga membersihkan. Jadi, yuk saatnya mulai rapikan dapur dan bikin jadi lebih simpel dengan beberapa langkah mudah berikut ini!
1. Tentukan Fungsi Utama Dapur
Langkah pertama yang penting adalah memahami seperti apa fungsi dapurmu sehari-hari. Apakah lebih sering digunakan memasak dalam jumlah banyak untuk keluarga besar? Atau hanya membuat masakan sederhana untuk sehari-hari? Mungkin juga dapurmu justru lebih sering digunakan untuk baking. Menentukan fungsi utama dapur akan membantu kamu mengatur prioritas barang yang perlu disimpan dan mana yang tidak.
Misalnya, jika kamu suka baking, fokuslah menyediakan ruang untuk alat-alat seperti mixer, loyang, dan bahan-bahan seperti tepung dan gula. Namun, jika hanya untuk memasak masakan sehari-hari, cukup simpan barang-barang esensial seperti panci, wajan, dan alat pemotong. Dengan mengetahui kebutuhan utama, kamu bisa menghindari menumpuk barang yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk kegiatan memasak.
2. Singkirkan Barang yang Terlalu Menumpuk
Kalau ketemu wadah plastik makanan dari food delivery, kebanyakan pasti merasa sayang untuk dibuang. Satu demi satu yang disimpan lama-lama malah menggunung hingga jadi ‘menara’ di dapur. Waspada deh, karena kebiasaan ini jadi salah satu faktor terbesar yang bikin dapur berantakan. Sebaiknya, simpan hanya beberapa wadah plastik yang benar-benar sering digunakan, dan pilih yang masih dalam kondisi baik.
Jika wadah tersebut tidak memiliki tutup atau sudah berwarna kusam, itu tandanya perlu disingkirkan. Kamu juga bisa mempertimbangkan menggunakan wadah yang bisa ditumpuk dengan rapi atau berbahan kaca yang lebih tahan lama. Dengan begitu, dapur akan terlihat lebih terorganisir, sehingga tidak perlu bingung mencari tempat menyimpan tumpukan wadah plastik.
3. Singkirkan Barang yang Tidak Pernah Digunakan
Kebanyakan orang menyimpan barang karena alasan sentimental, misalnya saja hadiah dari orang terdekat. Sebagai contoh piring hias, alat masak canggih yang jarang dipakai, atau gelas dengan desain unik yang hanya bisa jadi pajangan saja. Sekilas memang berkesan, tapi kalau terlalu banyak disimpan bisa memakan tempat.
Cobalah untuk memfilter kembali apa yang disimpan di dapur. Jika ada barang yang tidak pernah digunakan dalam enam bulan terakhir, kemungkinan besar barang tersebut tidak terlalu kamu butuhkan. Bisa dengan dijual, memberikannya kepada orang lain, atau menyumbangkannya agar dapur terasa lebih lega.
4. Simpan Peralatan Makan Secukupnya
Peralatan makan seperti piring, mangkuk, sendok, dan garpu sering kali menjadi barang yang tidak terkendali jumlahnya. Apalagi jika sering menerima tamu atau suka membeli set peralatan makan baru. Padahal, peralatan makan yang terlalu banyak hanya akan memenuhi rak dapur tanpa memberikan manfaat lebih.
Simpan peralatan makan secukupnya sesuai kebutuhan sehari-hari. Misalnya, jika kamu tinggal berdua, cukup simpan dua hingga empat set peralatan makan. Jika kamu sering kedatangan tamu, tambahkan beberapa set cadangan, tetapi pastikan semuanya tersimpan dengan rapi. Simpan hanya peralatan yang sering digunakan dan singkirkan yang sudah rusak atau jarang dipakai.
5. Periksa Bahan Makanan Secara Berkala
Bahan makanan yang kedaluwarsa sering menjadi penyebab bau tak sedap dan bikin dapur terlihat berantakan. Oleh karena itu, biasakan untuk memeriksa isi lemari penyimpanan, kulkas, dan rak dapur setidaknya sebulan sekali. Pastikan tidak ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa atau tidak layak digunakan lagi.
Selain membuat dapur lebih rapi, kebiasaan ini juga membantu kamu menghindari risiko keracunan makanan. Susun bahan makanan dengan sistem ‘first in, first out’ atau barang yang dibeli terlebih dulu diletakkan di depan agar lebih cepat digunakan. Dengan begitu, kamu tidak akan lupa menggunakan bahan makanan yang sudah lama.
Dengan beberapa tips di atas, dapur akan terlihat lebih rapi dan bebas dari barang yang menumpuk. Nggak hanya lebih nyaman untuk beraktivitas, tapi juga membuat kondisi dapur lebih sehat. Selamat mencoba ya!
Rumah dengan desain dominasi kaca semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan tampilannya yang modern, elegan, dan estetik, rumah ini sering menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menghadirkan suasana terang dan terhubung dengan alam. Kaca sebagai elemen utama dalam konstruksi rumah memberikan banyak manfaat, mulai dari pencahayaan alami hingga tampilan minimalis yang unik. Namun, di balik daya tariknya, rumah berbahan kaca juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membangun atau membelinya. Ulasan berikut ini akan membahas secara mendalam kelebihan dan kekurangan memiliki rumah dominasi kaca bagi keluarga, sehingga kamu bisa menilai apakah konsep ini cocok untuk kebutuhan dan gaya hidup keluarga mu nanti. Kelebihan : Mendapatkan Sinar Matahari dengan Optimal Salah satu keuntungan utama rumah dengan banyak kaca adalah kemampuan untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Rumah kaca memungkinkan sinar matahari masuk ke...
Hobi mengunyah permen karet ternyata bukan sekadar kebiasaan ringan untuk mengisi waktu luang. Banyak orang menjadikannya sebagai rutinitas kecil saat merasa bosan, menunggu, atau sekadar butuh sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini menyimpan banyak cerita menarik di baliknya. Ada yang mengunyahnya sebelum presentasi penting agar lebih rileks, ada pula yang menjadikannya penyemangat saat perjalanan panjang. Bahkan, di beberapa budaya, permen karet dianggap simbol gaya hidup modern yang praktis dan menyenangkan. Menariknya, mengunyah permen karet juga memiliki sisi psikologis tersendiri. Ritme mengunyah yang berulang-ulang bisa memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang. Selain itu, permen karet sudah menjadi bagian dari keseharian yang mudah diakses oleh siapa saja. Untuk itu, berikut manfaat mengunyah permen karet yang jarang orang ketahui. 1. Melatih Otot Wajah Mengunyah permen karet bu...
Sosok ayah dengan berbagai usaha membersamai keluarga jarang sekali menjadi perbincangan. Dibandingkan dengan Hari Ibu yang sering dirayakan, Hari ayah bagi sebagian orang mungkin terasa kurang mendapat perhatian. Padahal, disinilah peran seorang ayah dapat lebih dikenal. Cara Ayah mengekspresikan rasa sayangnya mungkin memang berbeda. Dengan stereotip sosok ayah yang dianggap kurang ekspresif juga bisa membuat momen untuk merayakan kasih sayang pada ayah seringkali terlewatkan. Setiap tanggal 12 November, kita memperingati Hari Ayah Nasional . Ini adalah momen yang tepat untuk kita lebih dekat dengan ayah. Seperti pengungkapan rasa terima kasih, dan membangun hubungan yang lebih erat. Untuk membuat Hari ayah lebih berkesan, yuk kita eksplorasi berbagai ide aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama ayah! Aktivitas di Hari Ayah 1. Sarapan Spesial untuk Ayah Salah satu cara sederhana untuk menghadirkan kehangatan memulai hari Ayah adalah dengan membuatkan sarapan...
Komentar
Posting Komentar